Kupang, TimorExpress.com – Tahun ini, Kota Kupang ditetapkan sebagai salah satu Kota Pusaka bersama belasan kota lainnya di Indonesia. Kota pusaka ini adalah salah satu upaya melestarikan warisan Indonesia agar aman dan tidak punah. Penghargaan kota pusaka dilakukan karena banyak warisan budaya di Indonesia yang rawan kerusakan, pencurian, dan lainnya. Padahal, pusaka sudah ditetapkan oleh organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan.

Dalam Piagam Kota Pusaka yang ditandatangani Tahun 2013, disebutkan, Kota Pusaka (Heritage City) adalah kota/kabupaten yang mempunyai aset pusaka istimewa. Aset tersebut berupa rajutan pusaka alam dan pusaka budaya yang lestari. Tercakup unsur ragawi/cagar budaya (artefak, bangunan, dan kawasan dengan ruang terbukanya) dan kehidupan fisik, ekonomi, dan sosial-budaya. Sebagai Kota Pusaka, rajutan pusaka yang istimewa merupakan keunggulan yang harus lestari sepanjang masa. Tidak terkecuali panorama yang terbentuk karena alam maupun budi daya manusia. Setiap Kota Pusaka pada dasarnya memiliki keunggulan masing-masing yang membedakan satu kota/kabupaten dengan lainnya.

Ada 8 (delapan) instrumen penyusunan Rencana Pengelolaan Kota Pusaka. Instrumen tersebut adalah (1) Kelembagaan & Tata Kelola; (2) Inventarisasi & Dokumentasi; (3)Informasi, Edukasi, Promosi;(4) Ekonomi Pusaka; (5) Pengelolaan Resiko Bencana pada Kota Pusaka; (6) Pengembangan Kehidupan Budaya Masyarakat; (7) Penataan Ruang dan Sarana-Prasarana; (8) Olah Disain Bentuk.

Walikota Kupang Jonas Salean, SH, M. Si mengungkapkan, Kota Kupang telah ditetapkan sebagai salah satu Kota Pusaka pada awal April 2014 lalu, dan perwakilan dari Jaringan Kota Pusaka telah menghadiri HUT Kota Kupang ke-18 tanggal 25 April 2014 lalu sebagai undangan khusus. Sebagai tindaklanjut dari hal itu, maka Walikota Kupang Jonas Salean, SH, M. Si telah menemui Dirjen Tata Ruang Kementrian PU untuk menyerahkan proposal penetapan Kota Kupang sebayai Kota Pusaka sebagai salah satu syarat penetapannya. Walikota Kupang saat itu didampingi Kadis Tata Ruang Kota Kupang Ir. Hendrik Ndapamerang dan Kabag Humas Orson Nawa.

“Kita sudah serahkan proposalnya ke Dirjen Tata Ruang sebagai tindaklanjut dari penetapan Kota Kupang sebagai Kota Pusaka. Kita sambut baik penetapan ini,”kata Jonas Salean.

Penetapan Kota Kupang sebagai Kota Pusaka diiringi dengan bantuan senilai Rp1 miliar dari Kementrian PU untuk Pemkot Kupang. Dana tersebut, sebut walikota, akan dipakai untuk melakukan penataan terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan Kota Pusaka dan melakukan penataan Taman Nostalgia. “Kita bersyukur mendapatkan bantuan Rp1 miliar yang akan kita gunakan untuk melakukan penataan Taman Nostalgia,”ungkap mantan Kadispenda Kota Kupang ini.

Sementara itu, Kadis Tata Ruang Ir. Hendrik Ndapamerang mengungkapkan, penyerahan proposal kepada Dirjen Tata Ruang sebagai salah satu syarat yang telah disepakati pada pertemuan sebelumnya, dimana Kota Kupang menjadi salah satu kota di NTT yang ditetapkan sebagai Kota Pusaka. Penetapan Kota Kupang sebagai Kota Pusaka dimaksudkan untuk melestarikan obyek-obyek bersejarah, budaya dan benda-benda pusaka yang ada di Kota Kupang.

“Ada sejumlah benda-benda bersejarah dan cagar budaya peninggalan Jepang dan Belanda di Kota Kupang. Sebut saja, kuburan Belanda, Benteng Korkof, Gua Jepang, Benteng Jepang di Kelurahan Penfui dan masih banyak lagi. Ini harus dilestarikan oleh Pemkot Kupang,”demikian Henderik menjelaskan.

Terkait bantuan Rp1 miliar dari Kementrian PU, menurut Ndapamerang lagi, dana tersebut nantinya akan dipakai untuk melakukan perbaikan taman nostalgia, penatanaan tanaman di taman tersebut serta berbagai kebutuhan mengenai pelestarian cagar budaya. Penataan taman nostalgia juga dimaksudkan sebagai tindaklanjut dari Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), dimana untuk tahun 2014 ini sudah dalam tahap konstruksi pembangunan Taman Nostalgia.

“Dana 1 miliar itu untuk pembangunan di taman nostalgia, tanamannya dan sebagainya. Dana ini akan diberikan lagi tahun depan, tergantung komitmen Pemkot dalam melakukan membangun lingkungannya,”ucap Kadis Tata Ruang ini.

Sebagai tindaklanjut dari proposal Kota Pusaka tersebut, demikian lanjut Hendrik lagi, dalam waktu dekat, tim dari Kementrian akan datang ke Kota Kupang untuk melakukan berbagai peninjuan dan pertemuan dengan Walikota Kupang serta jajaran terkait lainnya.(sps)

AdadiKupang.com | Portal Informasi Kupang – Ketong deng Ketong

AdadiKupang +AdadiKupangdotkom @AdadiKupang info @ adadikupang.com

  • Teks dari Kota Pusaka, Lestarikan Cagar Budaya di Kota Kupang – TimorExpress.com .
  • Gambar dari marijelajahindonesiaku.blogspot.com
  • Kirimkan informasi Anda: berita, jadwal acara, informasi lainnya dari Kupang untuk kami terbitkan di adadikupang.com