Ende, detikNews РSebagai cucu dari Soekarno, Menko PMK Puan Maharani melakukan napak tilas singkat. Kesempatan itu dilakukannya usai memperingati upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Pagi itu Puan yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam bersama Menpora Imam Nahrawi dan Danjen Kopassus, Mayjen Doni Monardo selaku komandan ekspedisi NKRI 2015 berjalan ke monumen Pohon Sukun. Lokasinya tidak jauh dari podium Lapangan Pancasila.

Sebagai cucu dari Soekarno, kehadiran Puan pun disambut baik oleh masyarakat Ende. Masyarakat berebut salam yang dibalas senyum oleh Puan.

Sesampai di monumen Pohon Sukun yang menjadi tempat lahirnya cikal bakal Pancasila, Puan naik ke atas. Terdiam sejenak seolah menikmati waktu renungan, ia kembali menyapa masyarakat dari atas monumen.

“Kita tidak boleh lupa dengan sejarah lalu yang berkaitan sejarah hari ini. Sesuai zamannya, kita harus teruskan ini semua membangun bangsa ini dengan gotong-royong kita lakukan bersama-sama untuk membuat suatu bangsa maju bukan hanya di Indonesia tetapi juga dihormati dan punya martabat di dunia international,” kata Puan.

Napak tilas dilanjut lagi setelah mengunjungi stand laboratorium Ekspedisi NKRI 2015. Puan bersama rombongan mendatangi rumah pengasingan bung Karno di jalan Perwira Ende.

Rumah bercat putih dengan luas bangunan 9×18 meter persegi tersebut memiliki tiga kamar berserta beberapa ruangan di bagian dalamnya. Masuk ke dalam perkarangan rumah, Puan nampak menghayati satu persatu. Napak tilas diakhiri di sumur mandi Soekarno.

 

“Mari Bu cuci muka di sini, katanya kalau cuci muka di sini bisa awet muda lagi,” guyon salah satu protokoler di rumah pengasingan tersebut.

Puan pun mengikuti saran dari protokoler tersebut. Dibantu juru kunci rumah pengasingan Soekarno, Syafrudin Puan Tia , Puan membasuh mukannya. Padatnya agenda kegiatan membuat Puan tidak bisa berlama-lama menikmati perjuangan kakeknya.

“Yang pasti saya bangga, saya merasa ini napak tilas dari dulu lakukan tetapi selalu terkendala sampai Kupang,” tuturnya.

“Apa yang saya lihat dari Ende saat ini sudah cukup banyak maju. Saya sendiri mendukung cita-cita rakyat Ende untuk menjadikan sebagai kota Soekarno,” tandasnya.

~

Source: Saat Puan Napak Tilas Kenang Bung Karno di Ende