KUPANG, TIMEX – Sebanyak 24 yacht (kapal layar) telah tiba di Pantai Koepan, Kota Kupang, Rabu (29/7). Para tamu asal Australia, Amerika dan Eropa itu disambut Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTT di kawasan Pantai Koepan, Kelurahan LLBK. Diperkirakan 44 kapal akan berlabuh di Kota Kupang. Kapal-kapal ini berasal dari 11 negara. Mayoritas adalah negara-negara Eropa. Jumlah ini lebih banyak dari Sail Indonesia sebelumnya yang hanya 38 kapal. Sementara jumlah tamu diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang. Para pelayar ini baru akan meninggalkan Kota Kupang pada 4 Agustus mendatang. Mereka selanjutnya berlayar menuju Alor, lalu ke Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Dari Wakatobi mereka akan kembali ke NTT, tepatnya menuju Riung, lalu ke Pulau Rinca dan Pulau Komodo di Manggarai Barat. Selanjutnya para pelayar mengarah ke NTB dan daerah-daerah lainnya di bagian barat Indonesia.
 
Para tamu asing ini pun dimanjakan dengan sejumlah kegiatan bernuansa budaya. Salah satunya adalah Festival Budaya yang berlangsung Jumat (31/7) di kawasan LLBK. Para tamu juga akan dijamu dengan kuliner khas NTT dalam acara Gala Dinner di halaman kantor RRI Kupang, Rabu (29/7) dan di Beer and Barel pada Kamis (30/7) malam. Selama sepekan para tamu juga akan diajak berkeliling tempat-tempat wisata dan bersejarah di Kota Kupang oleh para pemandu wisata.
 
Saat menyapa para tamu yang telah tiba di Kupang, Rabu kemarin, Herman Man mengatakan Pemkot siap memberikan pelayanan yang maksimal dan cepat. Ia menjamin pelayanan administrasi paling lama hanya 15 menit. “Hanya 15 menit selesai. Lebih dari itu lapor ke saya,”kata Herman.
 
Menurutnya, sudah ada kerja sama dan koordinasi yang baik antara pihak Imigrasi, Bea Cukai, Syahbandar dan Karantina Kesehatan. Oleh karena itu, pemeriksaan dokumen tidak akan berlangsung lama. “Karena semua terpusat di LLBK. Satu tempat, sehingga cepat,”tambah Herman.
 
Sebanyak 530 ribu masyarakat Kota Kupang bangga telah dikunjungi para tamu dari Amerika, Eropa dan Australia. Dan, mereka tidak salah memilih Kota Kupang sebagai gerbang utama memasuki perairan Indonesia untuk menyemarakkan acara Sail Indonesia ke-10.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT, Marius Jelamu menyampaikan terima kasih kepada para tamu yang telah tiba di Kota Kupang sebagai destinasi pertama di Provinsi NTT. Ia juga memperkenalkan kepada para tamu sejumlah tempat wisata menarik di NTT yang telah mendunia, seperti Pulau Komodo, Danau Kelimutu dan taman bawah laut di Pulau Kepa, Alor. Marianus yang fasih berbahasa Inggris berharap, kedatangan mereka ke NTT bukanlah yang terakhir. Setiap tahun harus ke NTT untuk menikmati alamnya yang indah. Selain wisata alam, NTT juga menyajikan wisata budaya, religi dan megalitik. Salah satu tamu, Dave Deakyne mengaku kagum bisa sampai di Kota Kupang. Ia mengatakan ini adalah kunjungan pertamanya ke NTT. Ia mengaku senang dengan sambutan yang  begitu hangat dari masyarakat. Nuansa budaya dalam penyambutan membuatnya sangat menikmati. “Ternyata orang-orang di sini antusias menyambut kami. Penuh dengan senyum dan ramah sekali,” ujar Dave didampingi istrinya, Booker.
 
Ia juga mengatakan, selama ini yang diketahui dari Indonesia adalah Bali. Namun, ternyata NTT juga mempunyai banyak obyek wisata dan kebudayaan yang mendunia. Ia pun mengaku bangga mendapat kesempatan bisa mengunjungi NTT. “Ini kunjungan pertama dan semoga bukan yang terakhir (ke NTT, Red),”kata wisatawan asal Amerika Serikat ini.
 
Sementara, Anggota DPRD Kota Kupang, Jery Anton Pingak justru mengktirik lokasi penyambutan yang menurutnya masih kumuh. “Tempat ini tidak layak, baik dari segi natural tidak ada, modernisasi pun tidak ada. Saya malu sekali dengan penyajian wisata seperti ini di level internasional,”kata dia. Menurutnya, seharusnya kawasan itu dibenahi sebaik mungkin agar menjadi sebuah destinasi yang cantik. Apalagi, yang harusnya menjadi tuan rumah adalah Pemprov NTT dan Kota Kupang hanya mendukung. (sam/kr-8/boy)