Kupang – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir berkunjung ke rumah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya. Ia disambut jamuan makan malam.

Nasir dan rombongan dari Kemenristek Dikti tiba di Rumah Dinas Frans Lebu di Kupang, NTT, pukul 21.00 Wita. Ia mengenakan batik warna cokelat dan celana panjang hitam.

Kehadiran Nasir disambut hangat Frans Lebu yang sudah menunggu di depan pintu. Keduanya lalu masuk ke dalam rumah dinas. Di lokasi juga hadir para pejabat daerah setempat.

Dalam sambutan, Frans Lebu berterima kasih atas kunjungan Nasir ke Kupang. “Ini memberikan semangat, motivasi bagi kami di daerah untuk terus-menerus membangun daerah ini supaya maju bersama daerah lain di Indonesia,” katanya.

Frans Lebu menganggap, kehadiran Nasir adalah bentuk perhatian serius terhadap NTT dari pemerintah pusat. Pada kesempatan itu, ia pun menyampaikan usulan agar di NTT dibentuk Kopertis.

“Kami berfikir kalau ada Kopertis di NTT yang menangani, nantinya tentu akan jauh lebih baik dalam melakukan pengawasan, pembinaan dan sebagainya,” ucap Frans.

Frans Lebu kemudian melempar canda. “Sudahlah, saya tidak ingin bicara yang berat-berat. Kalau cerita masalah, pasti tidak akan ada habisnya,” selorohnya disambut tawa para tamu undangan.

Dikatakan Frans Lebu kepada Nasir, tidak cukup jika datang ke NTT hanya sekali dua kali. Menurutnya, banyak sekali tempat yang menarik di NTT yang terlalu sayang untuk tidak dikunjungi.

“Bapak musti datang ke Sumba, Flores. Itu indah pak. Di beberapa tempat taman lautnya sangat indah. Saya berharap Pak menteri datang lihat komodo, atau ke Kelimutu. Komodo binatang purba satu-satunya hanya ada di NTT. Di akhirat juga tidak ada itu komodo. Jadi sebelum ke akhirat, datang itu lihat komodo, jadi lengkap,” seloroh Frans Lebu yang tengah berjuang agar NTT bisa kembali menjadi lumbung ternak.

Menutup sambutannya, Frans Lebu kembali mengucapkan terima kasih atas kehadiran Nasir. “Besok bapak pulang, kami doakan selamat sampai di tempat. Selamat melanjutkan tugas mengabdi kepada bangsa,” imbuhnya.

Nasir kemudian gantian memberi kata sambutan. Ia mengaku sangat tersanjung dengan sambutan Frans Lebu selama dirinya blusukan di Kupang.

“Malam ini kita semua bisa hadir di rumah dinas gubernur. Rasanya luar biasa Pak Gubernur ini. Sambutan yang sangat hangat menurut saya, sangat bersahabat. Saya senang sekali, sangat terhormat disambut baik. Ini akan menjadi suatu kenangan,” puji Nasir.

Nasir kemudian bicara bahwa Kupang bukanlah kota baru bagi dirinya. Ia pernah menetap sekitar 3 minggu di Kupang tahun 1994 atau 1995 ketika masih bekerja sebagai seorang konsultan.

Pada kesempatan itu, Nasir juga menjawab pertanyaan Frans Lebu. Dia mengaku memang ingin membuat Kopertis di NTT, dan di daerah-daerah lain di Indonesia agar dunia pendidikan makin baik.

Nasir dan Frans Lebu kemudian saling bertukar cinderamata. Mereka kemudian bersantap malam sambil menikmati alunan musik sederhana dari organ tunggal.

Source: Akhiri Blusukan, Menristek Bersantap Malam di Rumah Dinas