KUPANG. NTTsatu.com – PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ferri Indonesia Cabang Kupang mulai Selasa, 9 Juni pekan depan menambah frekuensi pelayaran khusus untuk dua lintasan yakni Kupang – Aimere dan Kupang Larantuka, pergi pulang.

“Penambahan frekuensi pelayaran dimaksud untuk memperlancar angkutan penumpang saat liburan dan mudik lebaran tahun 2015,” kata General Manajer PT ASDP Ferri Indonesia Cabang Kupang, Arnold Jansen kepada wartawan di Kupang, Kamis (4/6).

Ia menyampaikan, penambahan frekuensi pelayaran adalah bukan menambah jumlah armada kapal, melainkan jatah pelayaran yang bertambah. Misalnya, lintasan Kupang – Aimere yang biasanya hanya satu kali dalam seminggu, akan ditambah menjadi dua kali dalam seminggu. Sedangkan untuk lintasan Kupang- Larantuka yang biasanya dua kali dalam seminggu akan menjadi tiga kali dalam seminggu. Penambahan frekuensi pelayaran di dua rute dimaksud karena jumlah penumpangnya cukup tinggi.

Tentang rute pelayaran lain, Arnold sampaikan, bisa ditambah. Namun untuk sementara, rute pelayaran ke rute lain tidak mengalami perubahan. Apabila ada lonjakan penumpang dan permintaan untuk menambah frekuensi pelayaran, maka PT ASDP siap memenuhi permintaan masyarakat dimaksud.

Arnold mengungkapkan, dari semua lintasan yang dilayani kapal ferri milik PT ASDP, rute pelayaran yang dilayani setiap hari adalah Kupang- Rote, pergi pulang. Jika permintaan penumpang tinggi maka ASDP menyiapkan dua kapal.

Sejauh ini dua kapal yang melayani Kupang- Rote pergi pulang setiap hari jika cuaca normal. Sedangkan untuk lintasan lain, akan disesuaikan dengan permintaan penumpang.

Hentikan Sementara

Arnold mengatakan, untuk sementara PT ASDP menghentikan pelayaran ke sejumlah rute akibat cuaca buruk berupa gelombang tinggi kembali melanda NTT. Rute Kupang- Sabu, pergi pulang dihentikan sejak, Rabu (3/6). Sedangkan untuk pelayaran lintasan Kupang- Aimere- Waingapu mulai dihentikan, Kamis (4/6). Sementara pelayaran rute Kupang Rote masih tetap berlangsung, namun kapal diberangkatkan lebih awal yakni pukul 05. 00 Wita.

“Pelayaran untuk sementara dihentikan sampai Minggu, 7 Juni 2015 dan akan dibuka kembali jika cuaca kembali normal sesuai ramalan BMKG,” papar Arnold.

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Richard Djami menyampaikan, kapasitas kapal penyeberangan yang beroperasi di NTT saat ini tidak sesuai dengan kondisi perairan.

Akibatnya, ketika terjadi cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang tinggi, pihak operator menghentikan pelayaran sampai cuaca kembali normal. Kapal yang cocok beroperasi di NTT di atas 200 Gross Tone (GT), sedangkan yang beroperasi selama ini dibawah dari kapasitas dimaksud. (iki)

~

Source: ASDP Tambah Frekuensi Pelayaran di Dua Rute NTT Satu – Satu Untuk Semua