Kupang– Keluhan masalah krisis air yang dialami masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dari tahun ke tahun tidak pernah teratasi. Untuk mengatasi masalah air baku dan kekeringan di daerah itu, pemerintah akan membangun enam buah bendungan atau waduk dalam waktu lima tahun mendatang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumbar Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera), Mudjiadi kepada wartawan di Kupang, Jumat (29/5) mengatakan, pembangunan waduk atau bendungan, embung dan long storage tetap menjadi prioritas untuk mengatasi kekurangan air baku dan irigasi di NTT.

“Tiap tahun di NTT selalu diprogramkan pembangunan 100 – 200 embung yang tersebar di 22 kabupaten kota se-NTT. Sedangkan bendungan yang akan dibangun ada enam buah menjadi prioritas hingga 2019,” jelasnya.

Ia mengakui, pembangunan bendungan tidak hanya masalah teknis, tetapi ada masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Kalau masalah teknis dan lingkungan bisa ditangani pemerintah pusat. Sedangkan, masalah sosial harus ditangani oleh pemerintah daerah. Pemerintah pusat mendukung rencana pembangunan bendungan di NTT. Tetapi masalah sosial menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Yang kami butuhkan adalah jaminan sosial. Kami akan bantu biaya pembebasan lahan. Tetapi, masalah sosial tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTT. Pemerintah daerah harus berperan aktif untuk menuntaskan masalah sosial,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, masalah pembangunan Waduk Kolhua yang hingga saat ini masih terus tertunda lantaran masalah pembebasan lahan. Padahal, rencana pembangunan waduknya sudah sejak tahun 1995 lalu. “Saya sudah sampaikan kepada Wakil Wali Kota Kupang agar pemerintah daerah bisa menuntaskan masalah sosial sehingga waduk itu bisa segera dibangun,” ujarnya.‎

Wali Kota Kupang, Jonas Salean, mengatakan, pembangunan Waduk kolhua tetap dilaksanakan, sebab saat ini tinggal beberapa keluarga saja yang belum selesai urusan sosial. “Sebagai besar warga Kolhua sudah siap dan menerima pembangunan Waduk itu,” kata Jonas Salean.

Warga Kota Kupang kurang lebih 500.000 orang, sangat membutuhkan pelayanan air bersih. “Kita fokus pada pelayanan umum untuk masyarakat Kota Kupang. Awal musim panas, masyarakat mulai kesulitan air bersih. Hal itu terjadi setiap tahun,” kata Jonas Salean.

Pemerintah Kota Kupang sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya terkait rencana pembangunan waduk Kolhua di Kota Kupang, NTT. “Masyarakat Kota Kupang saat ini sangat membutuhkan air bersih. Krisis air bersih yang terjadi di daerah ini bukan hal baru. Oleh sebab itu pemerintah tetap prioritas pembangunan waduk itu,” tambahnya.

Suara Pembaruan

Yoseph A Kelen/PCN

Source: Atasi Krisis Air, Pemerintah Akan Bangun 6 Waduk di NTT | Nasional | Beritasatu.com