POS KUPANG.COM, KUPANG— — Dinas Perhubungan Kota Kupang bekerjasama dengan Satlantas Polres Kupang Kota dan Polisi Militer menertibkan sejumlah bus, angkutan travel liar dan mobil pick up di terminal bayangan Oesapa, Selasa (28/7/2015). Bus, travel dan pick-up yang menanti dan membawa penumpang lebih dari ketentuan atau menanti penumpang di tempat yang tidak boleh karena sudah dilarang, langsung ditilang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Yogerens Leka di sela-sela penertiban, menjelaskan, penertiban ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para sopir dan juga pemilik kendaraan untuk tidak melakukan pelanggaran lagi dengan parkir kendaraan di tempat yang tidak diperbolehkan.

“Bagi yang kedapatan melakukan pelanggaran, kita terbitkan surat tilang, dan akan diproses sampai sidang untuk dibayar dendanya. Karena sudah berulang kali ditegur, bahkan sudah dipasang rambu-rambu larangan, tetapi mereka masih melanggar,” ujarnya.

Dijelaskannya, penertiban yang menjadi kewenangan Dishub Kota Kupang hanyalah penertiban terminal bayangan oleh bus penumpang antara kota dalam propinsi (AKDP) yang mangkal dan menunggu penumpang di terminal bayangan Oesapa. Namun karena di tempat yang sama juga mobil-mobil travel ikut parkir mencari penumpang, sehingga ikut ditertibkan.

“Untuk izin travel penumpang antar kabupaten itu kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi NTT. Tetapi ketentuannya hanya boleh 20 persen dari total AKDP yang ada untuk trayek yang sama. Jadi kalau untuk jurusan Kupang-SoE kalau tidak salah hanya boleh tujuh atau delapan travel, tapi kenyataannya sudah lebih dari 40 saat ini,” jelasnya.

Karena itu, jika ada travel yang berani beroperasi tanpa ijin menurut Leka harusnya ditertibkan oleh Dinas Perhubungan Propinsi NTT yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin trayek untuk angkutan travel. “Kalau ada travel yang berjalan liar, harusnya Dinas Perhubungan Propinsi yang tertibkan, sesuai kewenangannya memberikan izin. Tetapi karena ini kita operasi di wilayah Kota Kupang, sehingga kita harus ikut urus juga,” tegasnya.

Sementara untuk mobil pick up yang beroperasi pada siang hari dan mengangkut penumpang lebih dari enam orang, langsung dihentikan dan menurunkan penumpang lainnya. Izin yang dikeluarkan hanya memperbolehkan mobil pick-up membawa enam penumpang.

Menurut Leka, penertiban pick up yang membawa penumpang ini dilakukan karena sudah menyalahi aturan. “Untung saja para sopir angkot tidak ada yang demo. Kalau mereka (sopir angkot) demo, kita (Dishub Kota) juga yang pusing,” tandasnya. (meo)