Kupang, Flobamora.net – Kantor Navigasi Kelas II Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) resah dengan hilangnya begitu banyak peralatan yang terpasang di pulau-pulau kecil di wilayah itu.

 

“Sarana Suar dan Rambu Suar sering dicuri orang sehingga menyebabkan lampu padam yang berimbas pada ancaman keselamatan kapal yang sedang berlayar,” kata Kepala Navigasi Kelas II Kupang, Paulus Tantun, Senin, (15/6).

 

Dia menyebutkan, peralatan sarana navigasi yang terbanyak dicuri berupa Solar Cell dan Accu di 17 menara Suar dan 56 Rambu Suar. Hilangnya peralatan itu memicu lampu padam dan mengancam keselamatan kapal yang sedang berlayar.

 

Paulus  mengatakan, sebagai provinsi kepulauan sangat membutuhkan sarana dan prasarana penunjang navigasi untuk memandu kapal laut yang sedang berlayar. Peralatan itu sangat penting dan bermanfaat bagi keselamatan dalam pelayaran.

 

Menurutnya, Navigasi Kelas II Kupang NTT, memandang perlu menjaga keselamatan dalam pelayaran dengan membagikan brosur-brosur kepada masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya dengan bertuliskan keselamatan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak dan bertanggung jawab kita bersama.

 

“Kita harus memulainya sekarang. Sebab perbuatan segelintir orang dengan mencuri sarana navigasi yang terpasang akan berdampak buruk terhadap pelayaran di wilayah NTT,” katanya.

 

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat NTT dengan cara membagikan kurang lebih 10.000 brosur untuk mengimbau warga menjaga dan memelihara sarana bantu navigasi pelayaran. Cara tersebut terpaksa dilakukan karena keselamatan pelayaran kapal terancam.

 

“Kita mengingatkan kepada semua masyarakat tanpa kecuali untuk mendukung keselamatan kapal dalam pelayaran,” ujarnya.

 

Dia berharap, masyarakat NTT bisa ikut menjaga dan memelihara sarana navigasi agar keselamatan pelayaran kapal dapat terjaga.

 

Kata dia, untuk tahun 2015, Navigasi Kelas II Kupang akan membangun Rambu Suar berupa tower di di Kabupaten Malaka, wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste. Sedangkan, untuk Kabupaten Rote Ndao yang berbatasan dengan Australia sudah selesai dibangun dua tahun silam. ***

~

Source: Peralatan Navigasi Banyak yang Hilang