Kupang, Wego.co.id – Kalau cuma punya satu hari di Kupang dan ingin bergembira bersama teman, coba deh formula saya: maraton pantai. Mulai dari Pantai Air Cina, Tablolong serta Manikin.

Menuju Kupang Barat

Pagi-pagi kami sudah bersiap menyusuri bagian barat pulau Timor, menuju ke Kabupaten Kupang Barat. Disana ada dua pantai yang kami incar, yaitu Air Cina dan Tablolong. Dari Kupang, kami mengambil jalur tengah: melewati Bakunase dan Oenesu. Sebetulnya, ada air terjun di Oenesu, namun kami tak mampir.

Saat itu masih musim penghujan. Semak belukar yang tampak hijau, pohon kayu putih serta pohon lontar di sela-sela bukit karang, seolah menemani perjalanan kami hari ini. Sesekali terlihat penduduk setempat membawa beberapa jeriken sekaligus di pundak. Mereka berjalan kaki menuju sumber mata air untuk mengambil air guna keperluan mereka sehari-hari.

Sepanjang perjalanan, kami juga melihat banyak hiasan paskah di gereja yang belum dibereskan. Salib-salib yang sengaja dipasang di sepanjang jalan pedesaan terlihat dibiarkan saja. Toh kondisinya masih bagus. Bahkan ada pula salib yang diletakkan di atas bukit karang, seolah-olah menunjukkan disanalah bukit Golgota tempat Yesus disalibkan. Menurut informasi yang kami dapat dari Pendeta setempat, saat paskah tiba warga desa berbondong-bondong datang ke gereja pada pagi dini hari untuk melakukan kebaktian. Setelah itu mereka menuju danau untuk mengikuti berbagai perlombaan seperti memancing dan mendayung sampai sore hari.

Kami juga melewati desa tradisional yang dihuni Suku Panaf. Tak banyak warga yang tinggal di sana. Meski rumah-rumah mereka terbuat dari dinding kayu dengan atap daun lontar kering, sejumlah rumah sudah dilengkapi antena parabola.

Pagi sepi di Pantai Air Cina

Pantai Air Cina termasuk dalam wilayah Desa Panaf. Sesampai di desa Panaf, tepatnya di sebelah sekolah dasar, terdapat jalan kecil untuk menuju Pantai Air Cina. Karena sedang musim hujan, kondisi jalan berupa tanah berbatu yang belum diaspal itu penuh dengan kubangan air dan lumpur. Saat kemarau, jalanan ini akan menjadi kering dan berdebu.

Pantai Air Cina tergolong sepi, cocok untuk pecandu kesunyian. Tak ada fasilitas water sport, tak ada penjual makanan dan minuman. Bagi penduduk lokal, pantai ini merupakan tempat mencari ikan dan lahan untuk menanam rumput laut. Jika ingin bermain air pantai, simpan saja barang-barang kamu di ceruk-ceruk yang tercipta dari batu-batu karang. Ukuran batu-baru karang disini relatif besar.

Ombak Pantai Air Cina tergolong tenang karena ada barrier karang penghadang ombak. Namun hati-hati saat berenang. Jangan sampai terluka oleh karang atau bahkan sampai merusak terumbu karang. Saat surut, akan terdapat genangan air di sela batu karang dan ikan-ikan kecil yang terjebak didalamnya.

Siang bolong ke Tablolong

Tidak jauh dari Pantai Air Cina, ada Pantai Tablolong. Sekitar 10 menit perjalanan, lah. Saya melirik jam tangan, pukul 12.00 teng! Untuk masuk pantai ini, kami harus membayar retribusi yang dikelola oleh warga sekitar. Cuma Rp5.000 saja. Dari jalananan utama, jalur masuk ke Pantai Tablolong berupa jalan sempit berupa tanah berbatu. Juga terdapat banyak belokan dan tanjakan, sehingga membutuhkan pengemudi mobil yang terampil. Apalagi jika berpapasan dengan mobil lain.

Sebetulnya ada banyak spot untuk berhenti di Pantai Tablolong. Namun saya penasaran dengan spot paling ujung. Disana ada danau yang kabarnya dihuni buaya. Rasa penasaran bercampur dengan rasa khawatir saat saya melongok-longok di pinggir danau. Tapi sampai pulang pun, tidak ada buaya yang menampakkan dirinya. Padahal seru juga kan kalau saya bisa melihat langsung buaya berbikini sedang berjemur di pantai..hehehehe.

Luas pantai Tablolong kurang lebih sekitar tiga kilometer. Pasirnya putih. Siang itu, permukaan laut tampak berwarna gradasi biru muda dan biru tua, berkilauan memantulkan sinar matahari. Sementara tumbuhnya pohon bakau di salah satu area karang jadi pemandangan unik di sela hamparan pasir putih. Namun cantiknya pemandangan lanskap Tablolong tak secantik dunia bawah airnya. Banyak terumbu karang rusak akibat bom ikan. Saya melihat ada upaya perbaikan di sejumlah area. Budi daya rumput laut yang dilakukan penduduk juga turut membantu menjaga ekosistem terumbu karang. Puas menikmati pemandangan sekitar, saya memutuskan berenang. Ya, siang bolong berenang di Tablolong. Siapa takut? Sun block mana sun block? 🙂

Pantai ini juga sering dipakai untuk kegiatan lomba dayung dan memancing dari skala tradisional, nasional, bahkan internasional. Hanya saja seperti halnya Pantai Air Cina, potensi pariwisata Pantai Tablolong belum dikelola optimal. Lopo-lopo dan toilet yang ada di sana tidak terawat baik. Meski begitu, saya sudah melihat proses pembangunan resort serta jalan akses yang lebih layak. Semoga saja hal ini bisa menjadi kebaikan pula untuk penduduk Desa Tablolong.

Bakar Ikan di Manikin

Menjelang sore, kami beranjak dari Pantai Tablolong. Tak ada penjual makanan disana dan kami sunguh lapar. Kami bergegas menuju tujuan terakhir maraton pantai hari ini: Pantai Manikin, ke sebelah timur Kupang, sekalian kembali ke kota. Dengan menahan lapar dalam satu jam perjalanan, sampai juga kami ke area Pantai Manikin. Dengan sigap kami mencari tempat yang tepat untuk membuat api unggun sekaligus tempat membakar ikan sebagai santap makan malam. Tempat sudah ketemu, saatnya mencari ranting-ranting, batok kelapa, dan batang pohon mati yang bisa disulut untuk menjadi api unggun.

Kegiatan kami terhenti sejenak saat matahari mulai tenggelam, menyaksikan Tuhan sedang melukis langit dengan tinta surga warna kuning dan oranye kemerahan sore itu. Api unggun sukses berkobar, ikan gondola segar hasil membeli dari nelayan siap berubah nama menjadi ikan bakar gondola saus kecap pedas. Bersama dengan teman-teman baik, menyantap ikan bakar, duduk di pasir pantai, suara deburan ombak, serta langit yang semakin gelap berhias bintang-bintang malam sukses menutup maraton dari pantai ke pantai hari ini. – Arinta Hendrowati

AdadiKupang.com | Portal Informasi Kupang – Ketong deng Ketong

AdadiKupang +AdadiKupangdotkom @AdadiKupang info @ adadikupang.com

  • Sumber: wego.co.id
  • Kirimkan informasi Anda: berita, jadwal acara, informasi lainnya dari Kupang untuk kami terbitkan di adadikupang.com